Kamis, 12 Februari 2015


Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kepulauan serta sebagian besar merupakan wilayah perairan berupa laut. Dari kepulauan dan laut-laut tersebut terdapat keindahan luar biasa di bawah laut. Maka sangat disayang sekali jika kita sebagi penduduk Indonesia melewatkan keindahan bawah laut yang bahkan bule-bule dari berbagai negara rela berdatangan untuk bisa menikmati keindahannya. Simak daftarnya di bawah ini:

Raja Ampat
Pastinya nama Raja Ampat sudah tidak asing lagi di telinga kita. Objek wisata yang satu ini memang sudah sangat sering diberitakan di berbagai media. Keindahan alam di kepulauan Raja Ampat ini sungguh sangat menggoda dan memanjakan mata, termasuk juga pemandangan bawah lautnya. Lokasi Raja Ampat terletak di Provinsi Papua Barat terdiri dari 1.500 pulau dan banyak diklaim sebagai tempat dengan pemandangan bawah laut terindah di Indonesia. Di sana juga masih terdapat berbagai kehidupan ragam hayati yang masih lengkap di dunia yang terdiri dari 1.500 jenis spesies ikan, 700 jenis moluska, dan 500 jenis karang.

Derawan
Sebelumnya kepulauan Derawan di Kalimantan Timur ini memang jarang terdengar. Namun akhir-akhir ini berbagai media telah memperkenalkan keindahaan yang tersembunyi di kepulauan tersebut. Bagi para pecinta keindahaan alam bawah laut tentunya sudah sering mendengar nama kepuauan Derawan dimana terdiri dari P.Derawan, P.Maratua, P.Sangalaki, dan P.Kakaban. Jika anda berkunjung kesana maka anda akan dimanjakan dengan pemandangan pantai yang indah dimana airnya sangat biru dan jernih. Saat anda mulai menyelam meski hanya di pinggiran saja sudah tampak jelas keindahan berbagai jenis karang dan biota laut yang siap memanjakan mata anda. Saya sendiri selaku warga Kaltim yang sudah mencicipi keindahan di kepulauan ini sangat menyarankan anda untuk mengunjunginya, recommended.

Bunaken
Pulau Bunaken terdapat di Menado, Sulawesi Utara dan sudah termasuk dalam daftar kawasan taman laut Nasional. Di pulau Bunaken terdapat sekitar 20 titik lokasi menyelam yang layak untuk anda coba. Kedalaman dari berbagai lokasi tersebut berbeda-beda hingga mencapai 1.300m. Mungkin masih segar di telinga kita beberapa waktu lalu di pulau ini mencatat rekor luar biasa dalam jumlah penyelaman terbanyak yang mencapai 2861 penyelam. Program tersebut diberi nama “Sail Bunaken”, kegiatan tersebut mendapat sambutan baik serta menerima berbagai pujian dari para penyelam dunia.

Karimun Jawa
Bagi teman-teman yang berdomisili di pulau Jawa dan hobi dengan yang namanya diving tentu saja tidak boleh melewatkan lokasi menyelam yang satu ini yaitu pulau Karimun Jawa. Karimun Jawa sendiri merupakan salah satu tempat wisata bahari terindah di pulau Jawa. Lokasinya sendiri berada di kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karimun Jawa terdiri dari 27 pulau yang mana hanya 5 pulau saja yang berpenduduk selebihnya tanpa penghuni. Di kepulauan ini terdapat 30 lokasi diving yang sangat indah serta telah dikembangan dengan sangat baik. Bagi para wisatawan tidak perlu khawatir lagi masalah akomodasi dan berbagai fasilitas lainya termasuh resort mewah.

Wakatobi
Wakatobi juga merupakan salah satu tempat di Indonesia dengan lokasi menyelam terbaik. Jika anda adalah pecinta dunia Diving sebaiknya jangan melewatkan apa yang ada Wakatobi ini. Nama Wakatobi sendiri merupakan kependekan dari nama 4 pulau besar (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko). Disana para penyelam akan dimanjakan dengan keindahan dari 750 jenis koral dan 850 spesies biota launya. Jadi jika anda sedang merencanakan berwisata menyelam jangan lupa memasukan Wakatobi di daftar destinasi anda.

Pulau Komodo
Pulau Komodo merupakan pulau yang lokasinya berada di kepulauan Nusatenggara. Namanya mulai mencuat saat pulau ini masuk dalam daftar “New Seven Wonders” aliat tujuh keajaiban dunia yang baru. DI pulau ini terdapat lokasi diving yang menawarkan pemandangan bawah laut sangat indah sehingga mendapat julukan “Paradise Underwater”. Julukan tersebut disematkan oleh para penyelam yang pernah menikmati indahnya pemandangan bawah laut pulau ini. Mata akan dimanjakan oleh berbagai terunggu karang dengan berbagai warna yang sangat indah. Maka dari itu jangan lupa mencatat pulau ini sebagai destinasi menyelam anda selanjutnya.

Pulau Alor
Alor merupakan pulau kecil yang berada di bagian timur Nusa Tenggara. Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu untuk diving maka disini anda akan dimanjakan dengan 26 lokasi menyelam dengan pemandangan bawah laut indah berkelas dunia. Saat menyelam kita dapat menyaksikan terunggu karang yang cantik serta biota lautnya termasuk  hiu karang abu-abu, ikan barakuda, berbagai jenis gurita, anemon dan aneka keindahan laut lainnya.

Nusa Penida
Berikutnya adalah pulau Nusa Penida yang mana lokasinya berada di sebelah selatan tenggara Bali.  Selain pulau utama ini terdapat pula pulau-pulau kecil di sekitarnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Adapun lokasi wisata menyelam yang terkenal di kawasan ini adalah Penida Bay, Batu Abah, Manta Point, Batu Meling, Toyapakeh, Batu Lumbung,  dan Malibu Point. Bukan itu saja, dikawasan perarian ini adalah musium rumput laut yang sudah langkah di dunia. Maka dari itu layak sekali untuk dijadikan destinasi anda.

Tulamben
Masih di seputaran Bali, memang bukan rahasia lagi kenapa Bali mendapat julukan pulau dewata. Selain keindahan kebudayaan dan panorama alam serta pantainya. Bali juga memiliki keindahan bawah laut dan salah satunya adalah Tulamben. Tempat ini merupakan lokasi menyelam yang menyajikan pemandangan terbaik Indonesia. Maka jangan heran jika dijadikan tujuan wisatawan manca negara maupun lokal. Para penyelam akan dimanjakan dengan berbagai jenis biota laut, terumbu karang yang indah, dan juga sisa-sisa perang dunia II berupa bangkai kapal US Liberty.

Pulau Bintan
Untuk tempat menyelam yang satu ini berada di Sumatera tepatnya di propinsi Riau. Adapun wisatawan yang berkunjung ke pulau Bintan ini akan dimanjakan dengan keindahaan pantai yang penuh dengan ketenangan. Namun bukan itu saja, selain pantainya yang indah pulau ini juga menawarkan keindahan alam bawah laut yang tak kalah menarik untuk di jadikan tujuan wista diving.

Keindahan alam Ranu Kumbolo, menghipnotis setiap mata pendaki Gunung Semeru. Sudah pasti, spot telaga yang satu ini, akan selalu dijadikan basecamp mereka sebelum kembali melanjutkan pendakian. Ranu kumbolo merupakan surga bagi para pendaki. Setidaknya, bisa terlihat dari kontur telaga yang punya luas 14 Ha di lereng Semeru ini. Airnya yang jika dilihat dari atas bukit, berwarna biru bercampur kehijauan. Saat matahari terbit, pendaran sinarnya menembus celah dua buah bukit yang kemudian berjatuhan di segala sudut telaga nan eksotis ini. Pantulan sinar matahari hangat, berbaur udara dingin khas pegunungan, adalah sensasi tersendiri saat pagi hari. Sisa-sisa embun masih membasahi setiap hijauan yang tumbuh subur di sepanjang tatapan mata. Begitu juga dengan kabut yang masih berada di titik sejajar dengan para pendaki yang sedang bermukim di tepiannya. Sebuah pemandangan pagi hari yang spektakuler.
Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2400 mdpl. Letaknya sekitar 10,5 km dari desa Ranu Pane. Telaga ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pendakian di Gunung Semeru. Bicara tentang Gunung Semeru, tak lengkap bila tak berbicara mitologi gunung itu sendiri. Dahulu kala, Semeru adalah bagian dari Gunung Meru, di Jambudwipa atau India. Saat itu, para dewa bergotong royong memindahkan sebagian puncak Gunung Meru ke Pulau Jawadwipa. Mereka beranggapan bahwa posisi Pulau Jawadwipa tidaklah stabil; terombang-ambing oleh lautan. Saat memindahkan puncak Gunung Meru itulah, beberapa bagiannya tercecer hingga membentuk gugusan gunung di Jawa Barat, Tengah, hingga Timur. Bagian yang paling besar, jatuh dan membentuk Gunung Semeru. Lalu, puncak Mahameru dihempaskan oleh para dewa dan terbentuklah Gunung Pawitra atau Penanggungan.
Menarik disimak, dari sekian gunung, ada satu gunung yang dianggap sebagai replika Gunung Semeru. Nama gunung itu, yaitu Gunung Penanggungan (1659 mdpl). Antara keduanya, terdapat kemiripan, yaitu pada bentuk kerucut puncaknya. Kedua gunung itu juga dianggap suci oleh umat Hindu-Budha. Sejumlah situs kuno seperti candi, yang terletak di sekitar Gunung Penanggungan, ada yang dibangun dengan arah hadap khusus ke Gunung Penanggungan. Seperti Candi Jawi, yang dibangun oleh Raja Singasari terakhir, yaitu Prabu Kertanegara. Selain itu, di lereng Penanggungan, banyak bertebaran candi yang dibangun sebagai tempat penyembahan dan pemujaan. Ada pula artefak, batu prasasti, altar pemujaan, punden berundak, dan ribuan pecahan gerabah dari berbagai bentuk.
Ranu kumbolo, di satu sisi, adalah sebuah tantangan. Sebab untuk mencapainya, butuh kesiapan fisik dan mental prima. Sisi lain, Ranu Kumbolo, juga bukan tanpa ada kisah bersejarah. Kisah bersejarah tersebut mulai terbentuk ratusan tahun lampau dan bertautan dengan pendakian kala itu.
Pada zaman dahulu kala, ada seorang raja dari Kerajaan Kadiri, bernama Prabu Kameswara. Dia memerintah sekitar tahun 1180-1190-an, dengan bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwariwirya Anindhita Digjaya Uttunggadewa.
Suatu hari, dia melakukan perjalanan suci atau yang disebut dengan Tirthrayata menuju Gunung Semeru. Jalur yang ditempuh, melalui Pasrujambe (nama sebuah kecamatan di Lumajang); sebuah jalur pendakian kuno dan berbeda dengan sekarang yang dimulai dari Ranu Pane. Bukan tanpa tujuan Prabu Kameswara melakukan pendakian ke Semeru. Gunung yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, memang termasuk gunung yang disucikan. Begitu pula air yang terdapat di Ranu Kumbolo, mewujud sebagai air suci. Puncaknya yang bernama Mahameru, adalah tempat para dewa bersemayam.
Prabu Kameswara mendaki Semeru untuk bersemedi; mendekatkan diri pada Sang Hyang Pencipta alam semesta. Untuk menandai kedatangannya ke Semeru, Prabu Kameswara mengabadikannya ke dalam sebuah prasasti. Namanya Prasasti Ranu Kumbolo. Prasasti ini berada di tepian danaunya. Ada sebuah tulisan di batu prasasti tersebut, yaitu Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra. Menurut sejarawan M.M. Sukarto Atmojo, tulisan yang berbahasa Jawa kuno tersebut, dapat diartikan bahwa ketika itu, Prabu Kameswara pernah melakukan kunjungan suci dengan mendaki Gunung Semeru. Angka tahun prasasti, masih menurut sang sejarawan, berkisar pada 1182 M.
Namun, amat disayangkan, saat saya bersama kedelapan rekan pendaki, berkunjung ke Ranu Kumbolo, 13-14 Oktober lalu, belum menemukan situs purba tersebut. Sehingga, sumber foto prasasti yang saya tampilkan di tulisan ini, bukanlah hasil bidikan saya. Ke depan, insya Allah, saya akan melakukan observasi langsung di tempat yang dikatakan sebagai jalur pendakian kuno di Pasrujambe.
Seorang arkelog dari Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, pada 2011 pernah mengunjungi daerah Pasrujambe, Lumajang. Di sana, dia menelusuri tempat-tempat yang (pada awalnya) diduga menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Dan, seperti dugaan, daerah Pasrujambe terbukti menyimpan banyak serpihan benda-benda kuno, seperti menhir, prasasti, maupun peralatan masyarakat sehari-hari pada zaman kuno. Ada pula penemuan beberapa batu tulis yang bercerita tentang perjalanan suci orang-orang Blambangan menuju Gunung Semeru. Salah satu prasasti itu tertulis Rabut Macan Petak yang mana ini merupakan nama dari kerajaan Macan Putih yang berada di Banyuwangi saat ini. Pada waktu itu, Lumajang ditengarai sudah berkembang menjadi area tujuan Sidhayatra atau perjalanan suci.
Melalui Prasasti Ranu Kumbolo, kita bisa mengerti, sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang kita juga pendaki gunung. Apa yang mereka lakukan, merupakan bagian dari perjalanan spiritual menuju kesempurnaan diri. Suatu sikap agung yang lalu diperkuat dengan torehan prasasti atau yang sejenisnya, untuk mengenang misi perjalanan mereka. Dan, prasasti yang mereka tinggalkan, telah menjadi benda peninggalan yang sangat berarti bagi generasi kekinian. Terutama untuk menyingkap keadaan di masa itu.
source; kabarlumajang.net

Ada dua versi cerita dalam penamaan nama Kabupaten Tulungagung.Versi pertama adalah nama "Tulungagung" dipercaya berasal dari kata "Pitulungan Agung" (pertolongan yang agung). Nama ini berasal dari peristiwa saat seorang pemuda dari Gunung Wilis bernama Joko Baru mengeringkan sumber air di Ngrowo (Kabupaten Tulungagung tempo dulu) dengan menyumbat semua sumber air tersebut dengan lidi dari sebuah pohon enau atau aren. Joko Baru dikisahkan sebagai seorang pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya, orang sekitar kerap menyebutnya dengan Baru Klinthing. Ayahnya mengatakan bahwa untuk kembali menjadi manusia sejati, Joko Baru harus mampu melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis. Namun, malang menimpanya karena tubuhnya hanya kurang sejengkal untuk dapat benar-benar melingkar sempurna. Alhasil Joko Baru menjulurkan lidahnya. Disaat yang bersamaan, ayah Joko Baru memotong lidahnya. Secara ajaib, lidah tersebut berubah menjadi tombak sakti yang hingga saat ini dipercaya "gaman" atau "senjata sakti". Tombak ini masih disimpan dan dirawat hingga saat ini oleh masyarakat sekitar.

Sedangkan, versi kedua nama Tulungagung berasal dua kata, tulung dan agung, tulung artinya sumber yang besar, sedangkan agung artinya besar. Dalam pengartian berbahasa Jawa tersebut, Tulungagung adalah daerah yang memiliki sumber air yang besar. Sebelum dibangunnya Bendungan Niyama di Tulungagung Selatan oleh pendudukan tentara Jepang, di mana-mana di daerah Tulungagung hanya ada sumber air saja. Pada masa lalu, karena terlalu banyaknya sumber air disana, setiap kawasan banyak yang tergenang air, baik musim kemarau maupun musim penghujan.
Dugaan yang paling kuat mengenai etimologi nama kabupaten ini adalah versi kedua,[butuh rujukan] penamaan nama ini dimulai ketika ibu kota Tulungagung mulai pindah di tempat sekarang ini. Sebelumnya ibu kota Tulungagung bertempat di daerah Kalangbret dan diberi nama Kadipaten Ngrowo (Ngrowo juga berarti sumber air). Perpindahan ini terjadi sekitar 1901 Masehi.

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Bupati Tulungagung dan para pengikutnya (1880-1920)
Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)

Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)

Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)

Tulungagung memiliki jajanan khas, yaitu:

  • Sate dan Gule Kambing, Sate Tulungagung mirip dengan sate lainnya dan tampak sederhana, terdiri dari daging kambing yang ditusuk dalam sujen (tusuk sate) bambu, disajikan dengan bumbu kecap yang diberi merica dan petis, serta ditaburi dengan irisan bawang merah, di beberapa warung ditambah irisan daun jeruk, berbeda dengan tampilan Sate di kabupaten Trenggalek (Sate Bendo) yang dalam penyajiannya ditaburi kecambah sama seperti daerah Nganjuk, tidak seperti sate Madura dan sate Ponorogo dan Kediri, yang bumbu-nya mengandung kacang, Sehingga rasanya memang khas Tulungagung-an, pada dasarnya perbedaan rasa ini dikarenakan proses bakarnya dicelupkan dalam kuah gule.
  • Nasi Lodho Tulungagung, sebenarnya kuliner ini mirip dengan kare ayam, hanya saja ayamnya dipanggang/diasap terlebih dulu dan disajikan bersama nasi/tiwul (tiwul adalah nasi yang terbuat dari gaplek/singkong) dengan pelengkap gudhangan (kudapan) sayur-sayuran, namun dalam perkembangannya lebih banyak yang disajikan (warung kaki lima) serupa dengan kare ayam. Lodho Tulungagung dibedakan dalam 2 genre,yaitu Lodho kuah kental dan encer, kekentalannya berasal dari konsentrasi santan, biasanya rasanya pedas,ayamnya ayam kampung.
  • Sredek, Makanan yang terbuat dari gethuk singkong, kemudian digoreng. Biasa dimakan dengan tempe goreng dan cabe mentah (sebagai lalap), adalah makanan khas Tulungagung selatan.
  • Kemplang, makanan yang terbuat dari ketela yang diparut dikasih bumbu-bumbu dibentuk pipih diatasnya dikasih kacang lotho lalu di goreng itu juga makanan khas tulungagung
  • Emping Melinjo, makanan ini terbuat dari biji belinjo yang dipipihkan dan kemudian dijemur seperti kerupuk.
  • Kerupuk Gadung, kuliner yang untuk saat ini pembuatannya hanya dikuasai oleh sedikit orang (umumnya orang tua) karena pengolahannya harus diperam dulu menggunakan abu untuk menghilangkan kandungan getah gadung agar tidak menyebabkan efek mabuk/pusing ketika dimakan.
  • Soto Ayam Kampung Tulungagung warung soto dengan aroma rempah yang kuat dan kemiri sebagai penguat rasa banyak ditemui disekitaran Kecamatan Kauman dan Kecamatan Gondang
  • Nasi pecel Tulungagung, nasi pecel dengan karakter sambal pecel seperti di daerah Kabupaten Blitar, yang membedakan dengan pecel dari daerah lain seperti Madiun/Ponorogo adalah karakter sambal kacang yang pedas manis (karena penambahan gula jawa/gula aren) serta aroma daun jeruk yang kuat.
  • Sompil, Lontong diiris kemudian disiram dengan sayur lodeh (umumnya lodeh kacang) dan diatasnya ditambahi dengan bubuk kedelai yang gurih-manis.
  • Lopis, makanan seperti lontong biasanya dicampur cenil, kicak atau gethuk dikasih larutan gula merah
  • Cenil Yang dibuat dari singkong yang diolah melalui proses ditumbuk/digiling yang biasanya juga dibuat bersama Kicak, disajikan dengan parutan kelapa muda dan disiram dengan gula jawa/gula aren cair.
  • Kerupuk Rambak Tulungagung, kerupuk yang terbuat dari kulit sapi/kerbau serupa kerupuk jangek di Padang-Sumatra Barat namun dengan karakter yang lebih renyah, sentra industri kerupuk ini ada di seputaran Botoran Panggungrejo kota, Sembung.
  • Gethuk, singkong rebus yang dihaluskan dengan cara ditumbuk bersama gula jawa/ gula aren dan disajikan dengan taburan parutan kelapa diatasnya.
  • Srondeng, parutan kelapa yang digoreng dengan dibumbui sedemikian rupa sampai berwarna merah kecoklatan, kadang-kadang buat campuran dendeng sapi
  • Jenang Syabun, jenang yang diolah dari beras ketan menjadi serupa dodol dengan penggabungan karakter rasa manis dari dua macam gula, gula jawa dan gula pasir,jenang ini mempunyai tektur lembut namun kenyal dan tidak lengket,originalnya jenang initidakmenggunakan pengawet,sehingga jarang dipajang ditoko,jika berminat disarankan datang ke pabriknya di desa Botoran.
  • Jenang Grendol, makanan terbuat dari tepung kanji, biasanya disajikan bersama dengan Jenang Baning yang terbuat dari tepung beras serta Jenang Ketan dari bubur ketan hitam. Secara terpisah Jenang Grendol disajikan dengan kuah santan karena karakter jenang itu sendiri yang sudah manis namun apabila dicampur akan diberikan kuah gula jawa/gula aren yang umum disebut Juruh.
  • Geti, adalah nuget terbuat dari wijen kadang-kadang dicampur kacang yang dimasak dengan gula sehingga memunculkan sensasi rasa yang manis-gurih.
  • Kopi Cethe, ampas kopi yang dijadikan bahan pengoles rokok agar memiliki aroma yang lebih sedap.
  • Punten Pecel, Punten serupa dengan Jadah cuma bedanya kalau Jadah terbuat dari bahan ketan sementara Punten dari bahan beras yang ditanak dengan santan gurih dan kemudian dijelu atau ditumbuk pelan dan umumnya ditambah parutan kelapa muda sehingga tercipta adonan kenyal dan gurih yang biasanya disajikan dengan pecel.
  • Brondong Ketan, di Tulungagung umumnya disebut Bipang, dengan mengolah berondong dari beras ketan yang diolah dengan gula.
  • Capar Tape, atau disebut tape pecel yang terbuat dari tape singkong (umumnya putih) dan disiram sayur pecel bahkan biasanya juga ditambahkan mentimun rebus.
  • Glondhong Juruh,asli Sambitan, terbuat dari kukusan ketela pohon disiram juruh kental atau dibuat dengan memasukkan singkong kedalam ke jadi/wajan besar tempat orang memasak gula jawa/gula tebu sehingga menjadi manis, kadang-kadang disebut juga Cimplung yang mungkin karena dibuat dengan nyemplung/memasukan singkong ke wadah pengolahan gula.
  • Sego Bantingan, nasi bungkus yang dijual secara murah meriah, pelengkapnya sederhana (lauk standar dan sambal/keringan) dan apabila ingin menambahkan sayur atau lauk ada disiapkan secara terpisah.
  • Gembrot, kuliner khas yang terbuat dari beberapa jenis dedaunan yang dicampur dengan parutan kelapa yang telah dibumbui sedemikian rupa kemudian dibungkus dengan daun kelapa dan dikukus, kadang-kadang didalamnya juga ditambahkan sejenis ikan sungai atau udang.
  • Gathot, makanan yang terbuat dari singkong yang direndam air garam kemudian dijemur hingga kering menjadi Gaplek, gaplek yang dicacah/diiris tipis apabila ditanak menjadi Gathot dan disajikan dengan parutan kelapa muda, sementara itu Gaplek yang ditumbuk menjadi Tiwul dan ditanak sebagai pengganti nasi
  • Klethek, klethek merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang dalam pengolahannya dicampur dengan bumbu-bumbu lainnya, seperti terasi dan kedelai. Klethek mirip dengan keripik singkong hanya saja dalam pemasakannya klethek digoreng sedikit lebih lama.

Kamis, 05 Februari 2015

Jayapura dikenal memiliki banyak pantai yang begitu indah, mulai dari Pantai Base-G, Pantai Hamadi, dan beberapa lainnya. Namun, ternyata ada satu pantai lagi yang dikenal dengan keindahannya, pantai ini bernama Pantai Harlem. Konon, pantai Harlem adalah pantai tercantik yang dimiliki Jayapura. Perjalanan dimulai dari kota Jayapura menuju Desa Tablanusu, di distrik Depapre, kabupaten Jayapura dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Untuk sampai di Pantai Harlem, dari desa Tablanusu yang cantik ini, perjalanan harus dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor selama kurang lebih 30 menit. Perahu akan mengarungi sedikit wilayah Samudera Pasifik hingga akhirnya perahu akan bersandar di Pantai Harlem yang indah.

Keindahan Pantai Harlem seakan tidak ada habisnya. Diawali dengan sambutan air laut yang begitu jernih dan bergradasi sesuai kedalamannya, Pantai Harlem membawa alam yang indah hingga hamparan pasir putih yang lembut. Belum lagi pepohonan alami nan teduh yang menjadi latar belakang pantai Harlem, menyempurnakan keindahan pantai yang sering disebut surga tersembunyi di Papua ini.

Situasi di Pantai Harlem sangatlah tenang. Desa kecil yang terdapat di wilayah pantai ini hanya berisi kurang lebih 50 orang dan untuk mencapai pantai ini dari darat sangatlah sulit, mengingat jalan darat yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki di antara lebatnya hutan Papua. Kondisi ini menjadikan Pantai Harlem menjadi pantai yang sepi dan sangat tenang. Namun, justru karena ketenangannya inilah, Pantai Harlem mendapatkan pesonanya di mata para wisatawan. Mereka yang datang ke pantai ini umumnya memang mencari kedamaian dalam suasana tenang yang dimiliki Harlem.

Sedikit bergeser dari bibir pantai ke arah hutan, Pantai Harlem memiliki sebuah kolam air tawar. Kondisi wilayah seperti ini merupakan kondisi yang sangat unik dan belum tentu ditemui di pantai lain. Sebuah pantai dengan air laut yang asin berbatasan langsung dengan kolam air tawar yang sama sekali tidak berasa asin, inilah hal lain yang menjadikan Pantai Harlem lebih istimewa dripada pantai lainnya. Bahkan, wisatawan yang mengunjungi pantai ini seringkali membilas tubuh di kolam air tawar ini setelah puas bermain air di laut.

Semakin lama berada di Pantai Harlem, maka semakin sulit bagi kita untuk meninggalkannya. Pantai Harlem memiliki pesona yang luar biasa, terutama saat matahari terbenam di ufuk barat. Angin yang semilir bertiup akan menjadi teman sempurna saat menikmati terbenamnya sang raja siang. Pemandangan ini akan terasa lebih sempurna ketika siluet anak-anak yang bermain di ayunan sederhana menjadi latar depan prosesi tenggelamnya matahari. Saat ini semua terjadi, maka tak akan diragukan lagi, Pantai Harlem adalah surga tersembunyi nan cantik di alam Papua. [@phosphone/IndonesiaKaya]
Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha. Terdapat 5 pulau yang termasuk dalam taman nasional ini yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang di sekelilingnya. Dan jumlah penduduk yang ada di kelima pulau tersebut sekitar 21.000 orang.
taman laut nasional bunakenSecara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas“. Lebih dari sekitar 3000-an spesies ikan berada di Bunaken. Wilayah “Segi Tiga Emas” adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alam yang berada di Bunaken, organisasi nasional dan internasional non pemerintah saling bekerja sama dalam menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove.
Pemerintah Kota Manado mempunyai gagasan menjadikan Bunaken sebagai obyek wisata bahari dan wisata edukasi, karena pemerintah setempat melihat aktivitas konservasi alam laut di wilayah ini. Maka dari itu kawasan Pulau Bunaken pada 1991 silam, Menteri Kelautan meresmikannya sebagai Taman Laut Nasional Bunaken.

Obyek Wisata

Pada saat wisatawan berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, mereka tidak akan lupa untuk berkunjung ke Taman Laut Nasional Bunaken. Karena Bunaken merupakan obyek wisata yang paling populer.
Bunaken memiliki luas kurang lebih sekitar  8 km² yang terletak di Teluk Manado. Di sekeliling Bunaken, ada taman laut yang juga bagian Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Bunaken juga merupakan salah satu taman laut yang mempunyai biodiversitas laut tertinggi dunia. Oleh karena itu banyak para wisatawan yang datang berkunjung untuk melakukan aktivitas menyelam di kawasan Bunaken. Meski luas area mencapai 75.265 ha, lokasi menyelam sangat terbatas, hanya berada di sekitar pantai yang mengitari kelima pulau yang berada di kawasan Taman Laut Nasional Bunaken.
clown fish taman nasional bunakenDi Bunaken terdapat 40 lokasi penyelaman yang memiliki beraneka ragam terumbu karang dan ikan laut tropis yang indah. Wisatawan yang melakukan penyelaman di wilayah Bunaken akan disuguhi pemandangan 150 spesies ikan dari sekitar 58 genus ikan dan terumbu karang.
Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai 20 dive spot / titik penyelaman dengan berbagai kedalaman yang bervariasi. Dari 20 dive spot, 12 dive spot berada di Pulau Bunaken dan merupakan titik penyelaman yang paling sering dikunjungi oleh penyelam-penyelam baik lokal maupun mancanegara.
Titik penyelaman Bunaken berderet dari tenggara hingga barat laut. Di kawasan ini terdapat dinding karang berukuran raksasa berbentuk vertikal dan melengkung. Dinding ini merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan dan penghuni laut lainnya.

Lokasi

Bunaken terletak di perairan laut Pulau Sulawesi. Sebagian Taman Laut Nasional Bunaken berada di utara Teluk Manado dan merupakan bagian administrasi Kota Manado, Sulawesi Utara.

Akses

Untuk mencapai Taman Laut Nasional Bunaken, wisatawan dapat menggunakan transportasi yang sudah tersedia yaitu perahu motor dari pantai Teluk Manado.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Taman Laut Nasional Bunaken yaitu Rp. 50.000,-/orang untuk sekali masuk. Dan Rp. 150.000,-/orang yang berlaku 1 tahun. Jika Anda membeli tiket yang berlaku untuk 1 tahun, Anda akan diberi seperti lencana yang terbuat dari plastik sebagai pengganti tiket.

Fasilitas dan Akomodasi

Beberapa akomodasi hotel di kawasan Bunaken sudah tersedia dengan berbagai pilihan. Beberapa hotel dekat Taman Nasional Bunaken yang direkomendasikan yaitu Bunaken Island Dive Resort dan Bunaken Divers Sea Breeze Resort. Kedua hotel tersebut terletak di Pulau Bunaken. Terdapat juga penyewaan selam beserta instrukturnya. Untuk instruktur selam sudah menguasai bahasa Perancis, Belanda, Inggris, dan Jerman.
Indeks istilah umum: terumbu karang bunaken, keindahan bawah laut bunaken, taman bunaken, keindahan taman bunaken, tempat wisata taman laut bunaken.